Cara mengubah PNG ke WebP
- Seret gambar Anda ke kotak di atas, atau klik untuk memilihnya. Format gambar yang didukung boleh dicampur — tidak perlu dipisah-pisah dulu berdasarkan formatnya.
- Centang file yang ingin diproses pada putaran ini. Semua yang baru ditambahkan langsung tercentang; hapus centang pada yang ingin dilewati.
- Pilih Ekspor sebagai — awalnya sudah di WebP, lalu atur kualitas yang Anda inginkan.
- Tekan Ekspor. Satu file langsung terunduh; dua file atau lebih terunduh bersama dalam satu file ZIP.
File Anda tetap berada di ruang kerja setelah diekspor. Ubah pilihannya, ganti format keluarannya, lalu ekspor lagi — tanpa perlu mengunggah ulang.
Transparansi tetap terjaga
Inilah alasan utama memilih WebP dan bukan JPG. WebP punya kanal alpha sungguhan, jadi PNG dengan latar yang sudah dipotong tetap terpotong — tidak ada warna yang ditimpakan di belakangnya, dan Anda tidak perlu memilih warna latar apa pun. Karena itulah halaman ini punya pengaturan kualitas tetapi tidak punya pilihan Latar: tidak ada yang perlu ditumpuk.
Kalau Anda butuh transparansi sekaligus salinan piksel yang persis sama, ekspor saja sebagai PNG. WebP di sini memakai pengodean lossy.
Kualitas dan ukuran file
- Kualitas berupa angka bulat 1–100, standarnya 85. Makin tinggi angkanya, file biasanya makin besar.
- Tidak ada mode lossless. Encoder WebP yang tersedia untuk halaman web hanya menerima satu angka kualitas, jadi halaman ini tidak bisa — dan tidak akan — menjanjikan WebP lossless.
- Angka yang Anda pilih berlaku untuk seluruh file dalam satu kali ekspor. Ubah angkanya lalu ekspor lagi kalau ingin membandingkan.
Untuk foto dan gambar yang detail, hasilnya biasanya lebih kecil. Tapi itu bukan jaminan: gambar kecil atau bidangnya polos — ikon, logo sederhana, tangkapan layar antarmuka — bisa justru menjadi lebih besar setelah dikodekan ulang, karena beban wadah dan profil warnanya melebihi isi pikselnya sendiri. Kalau ukuran penting, bandingkan file yang terunduh dengan aslinya sebelum menyimpannya.
Fitur dan batasan
- Masukan: PNG, ditambah JPG/JPEG (termasuk .jfif), WebP, AVIF, dan BMP kalau Anda ingin mencampurnya dalam satu proses.
- Keluaran: WebP secara standar; PNG dan JPG tinggal dipilih dari daftar yang sama.
- Transparansi: dipertahankan. Tidak ada warna latar yang ditambahkan.
- Format yang sama masuk dan keluar: WebP yang diekspor menjadi WebP tetap dikodekan ulang memakai kualitas pilihan Anda, bukan diteruskan begitu saja — kalau tidak, pengaturan kualitas hanya akan berlaku untuk sebagian file.
- WebP animasi: yang diekspor hanya satu frame diam. Animasinya tidak dipertahankan.
- Metadata: EXIF, profil warna ICC, dan data tertanam sejenisnya tidak ikut terbawa.
- Dukungan browser: kemampuan mengekspor WebP diperiksa pada browser Anda saat halaman dimuat. Kalau browser Anda tidak bisa mengodekan WebP, pilihannya ditandai tidak tersedia — bukan diam-diam diganti menjadi PNG.
- Beberapa file sekaligus: diproses satu per satu agar pemakaian memori mudah diperkirakan; nama keluaran yang sama otomatis diberi nomor.
Kalau satu file gagal dibaca, file itu ditandai gagal dan sisa antreannya tetap berjalan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah gambar saya diunggah?
Tidak. Semuanya terjadi di dalam tab browser Anda: file dibaca ke memori, digambar ulang, lalu dikodekan ulang secara lokal. Tidak ada yang dikirim ke server, dan tidak ada salinan di server yang perlu dihapus setelahnya. Anda bisa membuka panel jaringan browser sambil mengonversi — panel itu akan tetap sepi.
Apakah area transparan tetap transparan?
Ya. WebP mendukung kanal alpha, jadi area transparan di PNG Anda tetap transparan di WebP hasilnya. Tidak ada yang ditimpakan dengan warna putih atau warna lain — itulah sebabnya halaman ini tidak punya pilihan warna latar. Yang tidak bisa mempertahankan transparansi adalah ekspor ke JPG, dan di halaman itu Anda memang diminta memilih warna pengisinya.
Sebaiknya pakai kualitas berapa?
85 adalah titik awal yang masuk akal dan sudah menjadi nilai standar di sini. Untuk foto, biasanya bisa diturunkan ke 70–80 tanpa perbedaan yang terlihat; untuk grafis dengan tepi tajam dan banyak teks, bertahan di 90 ke atas menghindari tepi yang berbayang. Daripada menebak, ekspor sekali, bandingkan file yang terunduh dengan aslinya, lalu ekspor lagi dengan angka berbeda — file Anda tetap ada di ruang kerja, jadi percobaan kedua tidak memakan usaha tambahan.
Apakah WebP selalu lebih kecil daripada PNG?
Tidak. Untuk foto dan gambar yang rumit biasanya memang lebih kecil, tetapi PNG kecil atau berbidang polos bisa justru membesar. Mengodekan ulang bukan sulap kompresi: wadah WebP punya bebannya sendiri, dan browser ikut menyisipkan profil warna ke dalam hasilnya. Bandingkan file yang terunduh dengan aslinya sebelum menyimpannya.
Apakah halaman ini menghasilkan WebP lossless?
Tidak. Sebagai format, WebP memang bisa lossless, tetapi encoder yang tersedia untuk halaman web hanya menerima angka kualitas — tidak ada sakelar lossless yang bisa dinyalakan. Kalau Anda butuh salinan piksel yang persis sama, ekspor saja sebagai PNG.
Bagaimana kalau browser saya tidak bisa mengekspor WebP?
Halamannya tetap terbuka dan tetap berfungsi; pilihan WebP tetap terlihat tetapi nonaktif, disertai keterangan bahwa browser ini tidak bisa mengekspor WebP. Pilihan itu tidak pernah diam-diam diganti menjadi PNG — kalau diganti, Anda tidak punya cara untuk tahu bahwa yang Anda terima ternyata bukan WebP. Pilih sendiri PNG atau JPG, atau coba browser lain.